Postingan

WEDDING LIES

      Trand pernikahan yang kandas ditengah jalan sudah menjadi problem bagi pasangan suami istri saat ini. Banyak orang mengatakan itu hanya tentang waktu dan kedewasaan. Namun tidak bagi Bunga dan suaminya. Sembilan bulan bertunangan dengan bekal usia yang matang dapat memberikan kekuatan untuk mereka menuju pelaminan. Pengikat janji suci yang sederhana telah usai terlaksana, meskipun dengan berbagai yang ada. Ucapan rasa syukur juga tertumpahkan dalam resepsi pernikahan. Semuanya begitu indah dan bermakna.         Tujuh bulan lamanya dia menjadi seorang ratu yang merangkai cinta bersama sang raja, serta belajar mengenal arti pacaran dalam genggaman pernikahan. Apalagi status perutnya sedang buncit menginjak lima bulan. Kebahagiaan itu seolah-olah ingin dia bagikan kepada dunia, layaknya pemimpin upacara dengan toa nya. Namun, ikatan demi ikatan perlahan mulai terlepas setelah pesan masuk dari salah satu media sosialnya “Assalamualaikum, adik ca...

Jarak Pertemuan

Alunan nada bergelombang Sebagai isyarat tanda kerinduan Hati mulai bergejolak Menanti sebuah balasan Ku titipkan pesan Guna menuai pengharapan Pukul 03.00 dini hari menyapa Mengisahkan banyak hal Dengan gelaran tikar dalam untaian lafadz Tentang pertemuan Pengaduan kegelisahan, serta keterpurukan Namun, berakhir pada penyesalan. 🤔 Surabaya, 22 Oktober 2019 Nafisah

SESOSOK INVERTOR AKHIRAT

        Seorang investor memiliki tujuan untuk mengembangkan aset dan memperoleh keuntungan jangka panjang. Investor terbesar dalam hidup manusia adalah kedua orang tua. Ayah dan Ibu telah melalui proses panjang untuk menghasilkan sebuah keuntungan. Oleh karena itu, penanaman norma agama akan lebih baik jika dilakukan sebelum pernikahan.  1.  Langkah pertama untuk menjadi investor akhirat adalah berdoa agar mendapat jodoh terbaik. Telah disebutkan dalam surah Al-Furqan ayat 74, Allah SWT berfirman: [وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا  [الفرقان:74 9 Artinya: “Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.         Prof. Dr.H. Muhammad Quraish Shihab menjelaskan, bahwa terdapat makna yang ter...

Mengenal Tokoh Hadis di Indonesia

  A. Syaikh Mahfuzh Al-Tarmasi         Nama lengkapnya adalah Muhammad Mahfuzh bin Abdullah bin Abdul Mannan bin Diman Diponegoro Al-Tirmasi Al-Jawi. Ia dilahirkan di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (pada saat Syaikh Mahfuzh dilahirkan, Desa Tresmas masih termasuk wilayah Karesidenan Solo Jawa Tengah). Pada tanggal 12 Jumadil Ula (25 Rajab) tahun 1258 H bertepatan 31 Agustus 1842 M. Saat dilahirkan, ayahnya, Kiai Abdullah, sedang berada di Makkah. Ibu dan pamannya adalah yang pertama memperkenalkan nilai-nilai dan praktek-praktek keagamaan kepadanya. Selanjutnya, ia belajar kepada ulama Jawa membaca Al-Quran serta ilmu agama tingkat dasar.          Syaikh Mahfudz adalah putra tertua K.H. Abdullah. Sedangkan putra-putra K.H. Abdullah  lainnya diantaranya; K.H. Ahmad Dahlan, Nyai tirip, K.H. Dimyathi yang juga pernah belajar di Makkah serta ahli dibidang ilmu waris. Nyai Maryam, K.H. Muhammad Bakri ...